"Riskaaa, kamu ngutak-atik hape saya lagi ya?", ujar Pak Pandu kepadaku siang itu.
"Hehehe, kok tau sih, Pak?", timpalku cengengesan.
"Ya iyalah, lihat tuh ada di sent items-nya ada sms yang kamu ketik dan kamu kirim ke..."
Ups, aku kabur sebelum kena jitakan maut Pak Pandu.
"Riskaaaaaaa, kamu sms apa sama gebetan baru saya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Pak Pandu histeris. Hahaha, makanya Pak, jangan kegenitan sms2 cewek lain. Padahal ada cewek manis di depan matamu yang menunggu untuk di sms.
Pak Pandu beranjak dari kursinya untuk mengejarku, tapi aku sudah mengambil langkah seribu.
Pak Pandu menyerah dan cuma bisa mengamati jejak langkahku yang makin kencang.
Aku tertawa. Untunglah Pak Pandu orang yang agak ceroboh, dan tak pernah 'mengamankan' hape-nya dengan password. Jadi selama dia lengah, aku bisa dengan mudahnya mengakses hape dan mengirim sms ke siapa saja.
Pak Pandu adalah guru baru yang masih muda banget. Dia menjadi pembimbing klub IT di sekolahku. Klub IT adalah klub yang banyak peminatnya, maklum anak-anak jaman sekarang nggak mau ketinggalan jaman dalam hal teknologi. Klub IT selalu membahas gadget-gadget terbaru maupun software teranyar dan semua hal yang berhubungan dengan teknologi. Klub ini baru dibentuk setahun yang lalu. Karena belum punya pembimbing, maka Pak Pandu yang guru baru dan masih muda itu (FYI, umurnya baru 24 tahun, Single :)) diberi mandat oleh kepala sekolah untuk membina klub IT.
Dan aku adalah sekretaris klub IT. Aku orang yang aktif di dalam klub. Semakin aktif lagi sejak Pak Pandu diputuskan menjadi pembina klub. Kukasih tau aja nih, aku sudah jatuh hati semenjak Pak Pandu diperkenalkan oleh kepala sekolah pas upacara tahun ajaran baru. Pas ngeliat dia pertama kali, entah kenapa jantungku langsung berdegup kencang. Padahal Pak Pandu bukan orang yang memiliki ketampanan yang luar biasa. Hanya saja, ada sesuatu yang membuatku tertarik. Namun sayangnya bukan hanya aku yang tertarik padanya, hampir semua murid perempuan bersimpati padanya.
Tapi keberuntunganku terus mengikuti, sejak kelas 1, aku memang mengikuti klub IT. Dengan posisiku sebagai pengurus klub, aku bisa dengan mudahnya mengakrabkan diri dengan Pak Pandu. Semakin aku mengenalnya, aku semakin menyukainya. Kegemaran kami sama, gadget mania. Tapi di luar itu, pembicaraan apa pun, aku selalu nyambung dengannya.
Aku senang ngobrol dengannya, aku menikmati setiap detik memandang wajahnya, aku mengagumi gayanya mengajar, aku bahagia bisa bertemu dengannya setiap hari sekolah. Pak Pandu adalah cahaya sekolah bagiku. Bagaikan penyemangat hidupku yang tadinya biasa saja.
Pak Pandu termasuk guru yang mudah berkomunikasi dengan siapa pun muridnya. Maka aku yakin yang menyukainya bukan hanya aku saja.
Pak Pandu selalu baik, tak pernah membeda-bedakan muridnya. Dalam hatiku, timbul rasa ingin memilikinya... bersambung
Monday, September 8, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment